Datuak Batuah dan Beban yang Tak Terlihat di Balik Putih Itu
Datuak Batuah dan Beban yang Tak Terlihat di Balik Putih Itu
Sebuah surat terbuka untuk Wakil Bupati Pesisir Selatan periode 2025–2030. Lahir dari data, ditutup dengan doa — dari kami yang tinggal di nagari yang namanya jarang masuk berita.
Lihat foto ini baik-baik. Pakaian putih resmi. Peci dengan lambang Garuda. Latar bendera merah-putih. Senyum yang ditata rapi. Di bawahnya tertulis: Dr. H. Risnaldi Ibrahim, S.Ag., M.M., M.H — Wakil Bupati Pesisir Selatan.
Gagah, kan? Memang gagah.
Tapi rakyat Pesisir Selatan tidak hidup dari foto.
Datuak Batuah — gelar adat yang melekat di nama beliau — bukan sekadar simbol kebesaran. Dalam tambo Minangkabau, batuah itu artinya: punya berkah, punya tuah, punya beban yang harus dibuktikan. Bukan dengan baju putih saja. Tapi dengan keputusan, dengan kebijakan, dengan air mata rakyat yang harus diseka.
Mari bicara apa adanya.
Kabupaten kita pernah tercatat di rangking dua kemiskinan Sumatera Barat.
Bukan rahasia. Sebagian besar rumah tangga Desil-1 di Pessel masih bergantung pada sektor ekonomi primer tradisional: pertanian, perkebunan, perikanan, dan usaha informal rumah tangga.
Pola kemiskinannya pun berubah — tidak lagi sporadis, melainkan membentuk kantong-kantong kemiskinan pada kawasan tertentu. Lengayang, Bayang Utara, Ranah Pesisir, Sutera — nama-nama yang akrab di telinga kita, sekarang juga akrab dengan istilah "wilayah rentan".
Ribuan anak Pessel pernah tercatat putus sekolah.
Dari 100 anak usia SMA, hampir 18 tidak duduk di bangku sekolah. Mereka ke laut. Ke ladang. Ke pasar. Ke perantauan terlalu dini.
Sementara kita sibuk bicara "Indonesia Emas 2045", anak-anak di kampung kita masih sibuk membantu amak mencari sesuap untuk pagi besok.
Banjir November 2025 belum genap setahun.
16.310 kepala keluarga. Banjir dan longsor di 11 kecamatan. 10 jembatan putus atau rusak. 4 ruas jalan amblas di Bayang Utara, Ranah Pesisir, Lengayang, dan Batang Kapas. 1.320 hektar sawah dan ladang rusak. Kerugian Rp266,08 miliar. Satu nyawa hilang di Kambang Utara.
Itu bukan statistik. Itu saudara kita yang sampai sekarang masih ada di huntara, masih menunggu rumah dibangun ulang.
Dari surau ke media sosial — dan banyak yang sudah lupa jalan pulang.
Beliau S.Ag. Beliau paham agama. Tapi anak-anak nagari kita hari ini lebih kenal algoritma TikTok daripada bait Surat Al-'Ashr.
Surau-surau kita masih berdiri, tapi malam-malam panjang yang dulu diisi mengaji sekarang diisi scroll tanpa henti.
Inilah Pesisir Selatan yang diserahkan kepada Datuak Batuah.
Sekarang bagian yang menarik. Kita boleh menyindir. Tapi kita juga harus jujur.
Beliau bukan figur baru. Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan sejak 1999–2009. Anggota DPRD Provinsi Sumbar 2014–2019. Doktoral. Sarjana Agama, Magister Manajemen, Magister Hukum. Dari sisi kapasitas, beliau punya bekal yang lengkap — agama, manajemen, hukum. Tiga hal yang justru paling sering diuji di kursi pemerintahan.
Di apel perdana, beliau mengutip Pramoedya Ananta Toer dari Bumi Manusia — mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mewujudkan visi Pesisir Selatan yang Maju, Tumbuh, dan Berkelanjutan. Saat banjir November, beliau turun ke Pelangai, ke Sutera, ke Bayang Utara. Saat mahasiswa HMI demonstrasi di DPRD, beliau memilih menyambut bukan menghindar.
Itu kata-kata baik. Doa kami: semoga kata-kata itu tetap baik di tahun ketiga, keempat, kelima.
Karena pemimpin yang amanah di Minangkabau bukan diukur dari foto resmi yang dipajang di kantor wali nagari. Tapi diukur dari satu pertanyaan sederhana yang akan diajukan oleh niniak mamak di akhir masa jabatannya:
Bapak Dr. H. Risnaldi Ibrahim, Datuak Batuah —
Kami, masyarakat biasa di nagari-nagari yang nama-namanya jarang masuk berita, hanya ingin satu hal:
Jangan biarkan baju putih itu jadi sekadar pakaian. Jadikan ia janji.
Jangan biarkan gelar Datuak itu jadi sekadar adat di kartu nama. Jadikan ia tuah yang benar-benar membawa berkah — untuk petani di Lengayang, untuk nelayan di Tarusan, untuk anak-anak di Ranah Pesisir yang harusnya hari ini ada di kelas, bukan di pasar.
Kami berdoa — dan doa orang Minang itu sungguh-sungguh — semoga Allah SWT menjaga niat baik Datuak. Semoga lima tahun ke depan, ketika kita ketik "Pesisir Selatan" di Google, yang muncul bukan lagi berita banjir, kemiskinan, atau anak putus sekolah. Tapi berita-berita yang membuat anak rantau kami pulang dengan dada membusung.
Kalau dunsanak diberi waktu lima menit duduk berdua dengan Pak Wabup Risnaldi, apa satu hal saja yang akan dunsanak titipkan?
Tulis di kolom komentar. Mari kita kumpulkan — biar suara nagari tidak hanya terdengar di Musrenbang.
Sampaikan SuaramuSumber & Referensi
14 · diverifikasiSetiap angka dalam tulisan ini ditarik dari sumber primer pemerintah, BPS, dan media kredibel. Tidak ada data yang dikarang. Tulisan ini sindiran terhadap kondisi, bukan terhadap pribadi. Kami percaya: kritik yang baik adalah kritik yang bisa dipertanggungjawabkan.
-
Profil & Biografi
Biografi H. Risnaldi Ibrahim, S.Ag., MM, MH — Wakil Bupati Pesisir Selatan Periode 2025–2029pesisirselatankab.go.id/rberita/detail/biografi-h-risnaldi-ibrahim
-
Profil & Biografi
Halaman Resmi Wakil Bupati Pesisir Selatan — Visi: Pesisir Selatan Maju, Tumbuh dan Berkelanjutanpessel.pesisirselatankab.go.id/wakil-bupati-pesisir-selatan
-
Pelantikan
Pesisir Selatan Resmi Memiliki Bupati dan Wakil Bupati Baru Periode 2025–2030 — Dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, 20 Februari 2025bappedalitbang.pesisirselatankab.go.id/berita/pesisir-selatan-resmi-memiliki-bupati-dan-wakil-bupati-baru
-
Ekonomi & Kemiskinan
Melihat Peta: Pola Kemiskinan di Pesisir Selatan dan Strategi Penanganannya — Berdasarkan DTSEN per 5 Mei 2026padangkita.com/melihat-peta-pola-kemiskinan-di-pesisir-selatan
-
Ekonomi & Kemiskinan
Tren Negatif pada Pengangguran dan Kemiskinan — Analisis Sektoral Pesisir Selatanbappedalitbang.pesisirselatankab.go.id/berita/tren-negatif-pada-pengangguran-dan-kemiskinan
-
Ekonomi & Kemiskinan
Kemiskinan Pessel Ranking 2 — Analisis Indikator Pembangunan Makropessel.pesisirselatankab.go.id/berita/kemiskinan-pessel-rangking-2
-
Pendidikan
TNP2K: 5.988 Anak Keluarga Miskin Pesisir Selatan Putus Sekolah — APS SMA 82,17%antaranews.com/berita/2690597/tnp2k-5988-anak-keluarga-miskin-pesisir-selatan-putus-sekolah
-
Pendidikan
5.998 Anak Putus Sekolah di Pesisir Selatan — Program Pendidikan Gratis Sebagai Solusirakyatsumbar.id/5-998-anak-putus-sekolah-di-pesisir-selatan
-
Bencana & Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Hingga 7 Desember 2025 — 81.550 Jiwa Terdampak di 11 Kecamatan, Kerugian Rp266,08 Miliarberita.pesisirselatankab.go.id/berita/detail/tanggap-darurat-bencana-banjir
-
Bencana & Infrastruktur
Bencana Banjir Pesisir Selatan: 4.256 Rumah Terendam, 21.280 Jiwa Terdampak, 1 Warga Meninggal Dunia — Laporan Awal Tanggap Daruratsumbar.antaranews.com/berita/729889/bencana-banjir-pesisir-selatan
-
Bencana & Infrastruktur
Banjir Juga Rusak 1.405 Hektare Lahan di Pessel — Update Kerugian Sektor Pertanian dan Peternakanpesisirselatankab.go.id/rberita/detail/banjir-juga-rusak-1405-hektare-lahan-di-pessel
-
Sikap & Pernyataan Publik
Wabup Risnaldi Ibrahim Kutip Pramoedya Ananta Toer di Apel Perdana: "Jadilah Bagian dari Sejarah"pesisirselatankab.go.id/rberita/detail/wabup-risnaldi-ibrahim-kutip-pramoedya-ananta-toer
-
Sikap & Pernyataan Publik
Risnaldi Ibrahim: Aspirasi Mahasiswa Pessel Disampaikan dengan Cerdas dan Damai — Sambut Aksi HMI di DPRDpesisirselatankab.go.id/rberita/detail/risnaldi-ibrahim-aspirasi-mahasiswa-pessel
-
Sikap & Pernyataan Publik
Wakil Bupati Pesisir Selatan Mengunjungi Masyarakat Terdampak Banjir di Nagari Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisirpesisirselatankab.go.id/rberita/detail/wakil-bupati-mengunjungi-masyarakat-terdampak-banjir
Posting Komentar