Dari Ide ke Sistem: Proses Pembuatan Ramadan AI Commerce
Ramadan selalu menghadirkan gelombang peluang bisnis. Namun setiap tahun, pola yang sama terulang: banyak ide, sedikit eksekusi
Pertanyaannya sederhana:
Bagaimana jika sebuah ide bisa langsung berubah menjadi produk siap jual dalam hitungan detik?
Dari pertanyaan itu, lahirlah Ramadan AI Commerce.
1. Dimulai dari Problem Nyata
Banyak pelaku UMKM dan calon penjual Ramadan mengalami hambatan:
- Tidak tahu menentukan harga yang tepat
- Tidak memiliki sistem pembayaran online
- Tidak punya pencatatan transaksi
- Tidak memiliki dashboard untuk melihat profit
- Waktu sangat terbatas menjelang Ramadan
Yang dibutuhkan bukan hanya AI untuk menulis deskripsi. Yang dibutuhkan adalah sistem end-to-end.
2. Mendesain Alur yang Sederhana Tapi Kuat
Arsitektur dirancang dengan satu prinsip:
Idea → Product → Payment → Revenue → Analytics
Pengguna cukup mengetik:
“Jual hampers premium Ramadan”
Lalu sistem akan:
- Menggunakan LLM untuk menghasilkan nama produk, deskripsi, dan harga dasar
- Menghitung margin otomatis (pricing engine)
- Membuat link pembayaran via Mayar Headless API
- Menghasilkan link share WhatsApp
- Mencatat transaksi melalui webhook
- Menampilkan revenue dan profit di dashboard
Semua terjadi dalam satu alur terintegrasi.
3. Integrasi AI sebagai Mesin Produksi
Bagian AI bukan sekadar gimmick.
LLM digunakan untuk:
- Validasi ide produk
- Generasi copywriting
- Estimasi harga awal
- Struktur penawaran
Namun AI hanya bagian dari sistem. Arsitektur backend tetap dirancang manual menggunakan:
- Node.js + Express
- Webhook verification
- Logging system
- Analytics rendering
AI adalah akselerator. Struktur sistem adalah fondasi.
4. Payment & Automation
Integrasi Mayar Headless API menjadi titik penting.
Begitu produk dihasilkan:
- Sistem otomatis membuat payment link
- Checkout URL langsung siap
- Bisa dibagikan via WhatsApp
- Webhook mencatat status pembayaran
- Revenue dan profit langsung terupdate
Tidak ada proses manual. Inilah yang membedakan generator biasa dengan commerce automation engine.
5. Dashboard & Insight
Setiap transaksi dicatat dalam sistem log. Dari sana dihitung:
- Total transaksi
- Total revenue
- Total profit
- Revenue growth percentage
Dengan bantuan Chart.js, dashboard menjadi visual dan mudah dipahami.
Bukan sekadar angka. Tapi insight.
6. Deployment & Infrastruktur
Sistem di-deploy menggunakan:
- VPS Ubuntu
- PM2 process manager
- Nginx reverse proxy
- SSL HTTPS secure
Semua dibuat production-ready. Bukan prototype lokal, tetapi aplikasi live yang bisa langsung digunakan.
7. Filosofi Dibalik Proyek Ini
Ramadan AI Commerce bukan sekadar proyek kompetisi.
Ini adalah eksperimen bagaimana AI bisa:
- Mempercepat eksekusi bisnis
- Mengurangi friction teknis
- Memberi peluang bagi siapa saja
- Mengubah ide menjadi revenue
Karena di era AI, yang menang bukan yang besar. Yang menang adalah yang cepat.
Penutup
Jika sebelumnya seseorang membutuhkan:
- Ide
- Copywriter
- Developer
- Payment gateway
- Sistem pencatatan
Kini cukup satu sistem.
Ramadan AI Commerce adalah bukti bahwa AI bukan hanya alat kreatif, tetapi mesin percepatan ekonomi digital.

Posting Komentar