Mitra Guru 2026 • Catatan Guru, AI, Seni Budaya, dan karya digital.

Alur kelas digital EduGame Masri Cloud

Alur kelas digital EduGame Masri Cloud

EduGame Masri Cloud
Ada satu momen yang semua guru kenal. Tugas sudah dikumpulkan, tumpukannya rapi di meja, dan Anda menatapnya dengan perasaan campur aduk antara bangga dan ingin pura-pura tidak melihat. Tiga puluh dua lembar. Lima belas soal. Empat ratus delapan puluh kali mencocokkan jawaban dengan kunci.

Di bagian terakhir seri ini, kita selesaikan urusan itu. Lalu kita bicara soal hal yang lebih menyenangkan: berkarya bareng guru lain, mengumpulkan bukti karya, dan — akhirnya — menghitung apakah paket berbayarnya memang masuk akal untuk Anda atau belum.

Bab Enam

Kelas Digital: Siswa Mengerjakan, Nilainya Sudah Ada

Ingat model media LKPD dari Bab 2? Setiap LKPD yang Anda buat bisa diubah menjadi tugas berkode. Prosesnya begini:

Alur kelas digital EduGame Guru membuat kode tugas dari media LKPD, membagikan tautan atau QR, siswa mengisi dari HP tanpa akun, lalu jawaban masuk ke halaman Pengumpulan lengkap dengan skor otomatis dan rekap CSV. 📋 Buat kode tugas dari media LKPD 🔗 Bagikan tautan atau QR 📱 Siswa mengisi tanpa akun ✅ Skor & rekap siap unduh CSV
Empat langkah kelas digital: dari kode tugas sampai rekap nilai yang siap diunduh.

Yang dinilai otomatis

Empat jenis soal diperiksa sendiri oleh sistem: isian singkat, pilihan ganda, benar–salah, dan menjodohkan. Anda langsung melihat dua hal:

👤

Skor tiap siswa

Siapa mengerjakan apa, kapan, dan berapa nilainya. Tanpa Anda memegang pulpen merah sama sekali.

📊

Persentase benar per soal

Ini yang jauh lebih berharga. Kalau soal nomor 7 hanya dijawab benar oleh 18% kelas, Anda tahu persis bagian mana yang harus diulang besok — bukan menebak-nebak.

📥

Rekap CSV

Satu klik, berkas langsung terbuka di Excel atau Google Sheets. Tinggal salin ke format nilai sekolah Anda.

⏰

Kendali penuh

Pasang tenggat, tutup pengumpulan kapan saja, atau hapus seluruh jawaban — semuanya di halaman Pengumpulan.

Tiga hal yang membuat saya tenang soal ini

Pertama, siswa tidak membuat akun. Tidak ada pendaftaran, tidak ada kata sandi yang lupa lima menit sebelum ulangan, tidak ada aplikasi yang harus diunduh dengan kuota orang tua. Mereka buka tautan, isi nama, kerjakan, kumpulkan.

Kedua, alamat IP siswa tidak disimpan, dan jawaban yang terkumpul terhapus otomatis setelah 180 hari. Anda juga bisa menghapusnya lebih cepat kapan saja. Data anak-anak itu titipan, bukan aset.

Ketiga — dan ini detail teknis yang saya bangga ceritakan — kunci jawaban tidak ikut masuk ke berkas siswa. Media LKPD itu berkas statis; siapa pun yang penasaran bisa saja membuka "lihat sumber halaman" di peramban. Jadi kunci jawaban sengaja dibuang sebelum berkas siswa dibuat. Anda sebagai guru mengambilnya dari dasbor, di tempat yang hanya bisa dibuka pemilik media. Siswa yang jago ngoprek tetap tidak menemukan apa-apa.

💡 Dan medianya tetap bisa jalan offline

Tombol "Kumpulkan" hanya muncul kalau siswa membukanya lewat tautan tugas berkode. Artinya LKPD yang sama tetap bisa Anda pakai sebagai media offline biasa di kelas tanpa internet — satu berkas, dua kegunaan.

Oh ya, dan ini bukan fitur premium: kelas digital tersedia di semua paket, termasuk Free.

Statistik: tahu media mana yang benar-benar dipakai

Halaman Statistik menampilkan grafik harian: berapa kali tiap media Anda dibuka, dan mana yang paling laris. Berguna untuk dua hal: mengetahui materi apa yang paling dicari (kalau media Anda publik), dan membuktikan dampak karya Anda saat menyusun laporan.

Angkanya dihitung dari catatan kunjungan di sisi server, bukan dari pelacak yang ditanam di dalam media. Media Anda tetap bersih, tetap tidak memanggil jaringan apa pun, dan tetap jalan offline. Satu kunjungan dihitung sekali per media per hari per perangkat, dan alamat IP mentah tidak pernah disimpan — hanya sidik acak yang tidak bisa dikembalikan menjadi identitas siapa pun.

Bab Tujuh · Terakhir

Berkarya Sendiri, Berkembang Bersama

Mengajar itu pekerjaan yang anehnya sunyi. Kita berdiri di depan tiga puluh orang setiap hari, tapi jarang sekali ada yang melihat cara kita mengajar. Media yang kita buat dengan susah payah biasanya berakhir di folder laptop, dipakai sekali, lalu lupa.

Bagian ini tentang mengubah itu.

Galeri komunitas — dan tombol "Pakai media ini"

Setiap guru punya profil publik di edugame.masri.cloud/namapengguna: foto, bio, mapel utama, jenjang yang diajar, jumlah karya, dan daftar media publiknya. Alamat ini bisa Anda tempel di bio Instagram, di tanda tangan email, atau di berkas portofolio.

Di Galeri, media publik dari semua guru bisa disaring per mata pelajaran dan jenjang. Temukan media yang cocok, tekan "Pakai media ini", dan salinannya masuk ke dasbor Anda untuk disesuaikan dengan kelas sendiri — nama sekolah, konteks daerah, tingkat kesulitan. Guru pembuat aslinya dapat notifikasi bahwa karyanya dipakai. Jujur saja: rasanya menyenangkan.

Ikuti, berteman, dan notifikasi

👣

Ikuti guru favorit

Yang publik hanya jumlah pengikut. Daftar nama pengikut tidak pernah dibuka ke siapa pun — termasuk ke yang diikuti.

🤝

Pertemanan

Untuk rekan satu sekolah atau satu MGMP. Teman bisa melihat media yang Anda tandai "Khusus teman".

🔔

Lonceng notifikasi

Permintaan teman, permintaan diterima, ada yang mengikuti Anda, dan ada yang memakai media Anda. Tidak berisik, tidak ada notifikasi promosi.

🫥

Penolakan yang sopan

Kalau permintaan teman Anda ditolak, tidak ada pemberitahuan menyakitkan — bagi Anda statusnya tetap "terkirim". Hubungan antarguru itu perlu dijaga, bahkan oleh perangkat lunak.

🤝 Ajak teman, dapat kuota yang tidak pernah hangus

Setiap akun punya tautan ajak sendiri. Setiap 5 guru yang Anda ajak dan benar-benar aktif — artinya mereka membuat akun lewat tautan Anda dan berhasil membuat media sendiri — Anda mendapat +5 kuota bonus.

Perhatikan kata "aktif". Mendaftar saja tidak dihitung, dan menyalin media dari galeri juga tidak dihitung (itu gratis, jadi akan jadi celah akun palsu). Harus benar-benar ada media yang jadi. Bonus ini masuk ke kantong terpisah yang tidak pernah di-reset bulanan — jadi walau langganan Anda habis, kuota bonusnya tetap di sana menunggu. Batasnya 20 bonus per 30 hari, supaya adil.

🎓 Sertifikat karya: bukti yang bisa diverifikasi

Untuk setiap media yang benar-benar karya Anda sendiri, Anda bisa mengunduh sertifikat PDF. Di dalamnya ada judul media, nama Anda, tanggal, kode unik, dan QR yang mengarah ke halaman verifikasi publik. Siapa pun — kepala sekolah, tim penilai angka kredit, panitia lomba — bisa memindainya dan memastikan sertifikat itu asli.

Tiga catatan yang perlu Anda tahu supaya tidak salah paham:

  • Media hasil salinan dari galeri guru lain tidak bisa diterbitkan sertifikatnya. Sertifikat itu untuk karya asli.
  • Sertifikat tidak memuat tanda tangan pejabat mana pun. Penerbitnya EduGame, dan kalimatnya menyebut media itu "disusun dengan bantuan EduGame" — jujur apa adanya.
  • Sertifikat tetap bisa diverifikasi walaupun medianya sudah Anda hapus, karena datanya dipotret saat diterbitkan.

Profil yang terasa milik Anda (Pro)

Pengguna Pro bisa memilih tema warna profil (muncul sebagai pita di bawah banner), menulis kalimat sambutan di bawah nama, dan menyematkan sampai 3 karya unggulan di bagian paling atas profil. Kalau langganan berakhir, profil kembali tampil seperti Free — tapi pilihan Anda tetap tersimpan dan hidup lagi begitu Pro diaktifkan kembali. Tidak ada yang hilang.

Free vs Pro: Perbandingan yang Jujur

Saya tidak akan berbasa-basi dengan "paket terbaik untuk Anda!". Mari lihat angkanya saja, lalu Anda putuskan sendiri.

FiturFree — Rp0Pro
Kuota media2 media seumur akun30 media per bulan
Revisi AI per media1×5×
Model Interaktif (14 modul)✓✓
Model LKPD + kunci jawaban✓✓
Model Presentasi (3 tema, sampul berfoto)–✓
Kelas digital & nilai otomatis✓✓
Statistik harian✓✓
Galeri, teman, sertifikat karya✓✓
Watermark EduGame di mediaAda (kecil)Tidak ada
Unduh offline (1 berkas HTML)–✓
QR code media untuk siswa–✓
Media diproses sekaligus12
Notifikasi WhatsApp saat media selesai–✓
Profil bertema + 3 karya disematkan–✓

Harga Pro: Rp24.500 per bulan, atau Rp199.500 per tahun — setara sekitar Rp16.625 per bulan, hemat Rp94.500 atau sekitar 32% dibanding membayar bulanan.

💡 Kapan Pro itu masuk akal?

Hitungan paling sederhana yang saya pakai sendiri: kalau Anda membuat lebih dari dua media dalam sebulan, Pro sudah lebih murah daripada waktu yang Anda habiskan. Kalau Anda hanya ingin mencoba sesekali, Free sudah cukup — dan itu bukan masalah sama sekali. Jangan upgrade karena tombolnya besar; upgrade karena memang rutin membuat media.

Soal pembayarannya

  • Lewat Duitku: QRIS, transfer bank, virtual account, e-wallet, dan gerai minimarket. Halaman pembayarannya milik Duitku — EduGame tidak pernah menerima atau menyimpan nomor kartu Anda.
  • Tidak memperpanjang otomatis. Tidak ada tagihan diam-diam bulan depan. Kalau mau lanjut, Anda membeli lagi saat masa aktif habis.
  • Paket aktif otomatis begitu pembayaran berhasil, dan Anda dapat pemberitahuan WhatsApp.
  • Tagihan yang belum dibayar akan dipakai ulang kalau Anda mengulang pembelian dalam waktu dekat, jadi tidak menumpuk jadi banyak tagihan.
⚠️ Kalau langganan habis, media saya hilang?

Tidak. Semua media yang sudah Anda buat tetap ada dan tetap bisa dibuka siswa seperti biasa. Yang berhenti hanya kuota pembuatan media baru, dan media baru kembali memakai watermark. Karya Anda bukan sandera.

Untuk sekolah, MGMP, dan komunitas guru

Kalau yang ingin memakai bukan satu orang melainkan satu sekolah atau satu MGMP, ada jalur tersendiri: akun Pro untuk banyak guru, galeri media sekolah, pendampingan pemakaian PID, bimtek, dan laporan pemakaian. Harganya menyesuaikan jumlah guru. Hubungi lewat masri.cloud.

✨ Pengingat terakhir soal Pro

Kalau Anda sudah berlangganan Pro di Masri.Cloud, akun EduGame Anda otomatis Pro juga. Tidak ada pembelian terpisah, tidak perlu mengaktifkan apa pun — cukup masuk dengan akun yang sama.

Pertanyaan tentang Kelas Digital & Langganan

Siswa saya tidak punya HP semua. Masih bisa pakai?

Bisa, dan ini justru salah satu alasan LKPD dibuat. Media LKPD bisa dicetak rapi di kertas A4 — diagramnya pun otomatis membuka deskripsi teksnya saat dicetak, jadi lembar hitam-putih tetap bermakna. Untuk kelas campuran, sebagian siswa mengisi dari HP dan sebagian mengerjakan di kertas; yang dari HP tetap dinilai otomatis.

Bagaimana siswa mengumpulkan jawabannya kalau medianya offline?

Tombol "Kumpulkan" hanya muncul ketika siswa membuka media lewat tautan tugas berkode yang Anda bagikan. Saat itulah jawaban dikirim. Di luar itu, medianya berjalan sebagai media offline biasa tanpa mengirim apa pun ke mana pun.

Apakah kuota bonus dari Ajak Teman ikut hangus tiap bulan?

Tidak. Kuota bonus disimpan di kantong terpisah dari kuota bulanan dan tidak pernah di-reset. Kalau langganan Pro Anda berakhir, kuota bonus tetap ada dan tetap bisa dipakai.

Berapa harga Pro EduGame dan apakah berlangganan otomatis?

Rp24.500 per bulan atau Rp199.500 per tahun (hemat sekitar 32%). Paket ini tidak memperpanjang otomatis dan tidak menyimpan data kartu Anda. Kalau ingin lanjut, Anda membeli lagi saat masa aktifnya habis.

Saya guru honorer, anggarannya terbatas. Saran?

Mulai dari Free, pakai dua kuotanya untuk dua materi yang paling sering Anda ulang tiap tahun — media itu akan Anda pakai berkali-kali. Lalu manfaatkan Ajak Teman: ajak rekan satu MGMP, dan setiap lima rekan yang aktif memberi Anda tambahan lima kuota yang tidak hangus. Banyak guru bisa berjalan cukup jauh tanpa membayar sepeser pun.

Penutup: Satu Media, Minggu Ini

Kita sudah melewati tujuh bab. Dari keluhan jam 23.40, sampai sertifikat karya ber-QR. Tapi kalau boleh saya tinggalkan satu kalimat saja dari seluruh seri ini, kalimatnya begini:

Teknologi tidak akan membuat Anda jadi guru yang lebih baik. Waktu yang kembali ke tangan Anda, itulah yang akan.

EduGame tidak menggantikan apa pun yang penting. Ia tidak bisa membaca wajah siswa yang sedang bingung di bangku belakang. Ia tidak tahu bahwa Rina hari ini murung karena ayahnya sakit. Ia tidak bisa memilih kapan harus berhenti menerangkan dan mulai mendengarkan.

Itu semua tetap pekerjaan Anda — dan memang seharusnya begitu. Yang ia ambil alih hanyalah bagian yang selama ini mencuri waktu Anda: menyusun tampilan, mengetik soal satu per satu, membuat rubrik, mencocokkan jawaban. Pekerjaan yang perlu, tapi tidak perlu dikerjakan oleh manusia yang besok pagi harus berdiri di depan tiga puluh dua anak.

Jadi begini saja tantangannya, dan ini tantangan kecil: pilih satu topik yang minggu ini Anda ajarkan. Satu saja. Buka EduGame, isi wizardnya, lihat hasilnya. Lima belas menit. Kalau ternyata tidak cocok dengan cara Anda mengajar, Anda kehilangan lima belas menit — dan itu bukan kerugian besar.

Tapi kalau ternyata cocok? Anda baru saja menemukan cara mendapatkan kembali malam-malam Minggu Anda.

Dua media gratis sudah menunggu di akun Anda.
Tanpa kartu kredit, tanpa keahlian desain, tanpa koding.

Coba EduGame Sekarang →

Keterbukaan: saya, Masri, adalah guru Seni Budaya sekaligus pengembang EduGame Masri.Cloud. Harga, kuota, dan batasan yang disebut di artikel ini berlaku saat artikel terbit dan dapat berubah sewaktu-waktu — halaman harga di aplikasi selalu menjadi rujukan yang sah.

Komentar

↑